Review Dji/Ryze Tello : Drone Pemula Dengan Teknologi Dji dan Intel

Dji/ryze tello merupakan drone keluaran dari ryze perusahaan startup China yang memakai teknologi dari Dji dan intel. Dji berpartner memasok teknologi stabilisasinya dan juga Intel Movidius Myriad 2 VPU, kedua teknologi ini dimiliki drone Dji sebelumnya. Hal tersebut bisa dirasakan pada Tello ini sangatlah stabil.

Pada Tello memiliki fitur yang fun. Jika kebanyakan drone pemula memiliki fitur apa adanya, bahkan terkadang menyulitkan untuk melakukan fitur sederhana, maka pada Tello menawarkan pengoperasian yang mudah.

Fitur Dji/Ryze tello :

  • Waktu terbang hingga 13 menit
  • 5mp photo
  • 720 HD
  • FPV
  • Electronic Image Stabilization (EIS)
  • Sensor
  • Beragam flight mode
  • Tersedia tello sdk untuk melakukan pemrograman menggunakan Scratch
  • Auto takeoff dan landing:  cukup dengan satu tombol maka mudah take off dan landing.
  • Throw & go:  dengan hanya melempar, maka bisa langsung terbang
  • 8D flips: mudah melakukan gerakan menarik diudara dengan mudah
  • Bounce mode: mode terbang naik-turun .
  • Low battery protection: akan memberi alert jika baterai drone sudah sedikit
  • Failsafe protection: drone akan otomatis mendarat ke tanah ketika kehilangan koneksi

Pengoperasian Tello menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di android play store dan iOS app store, dengan nama aplikasi Tello. Pada aplikasi tersebut menawarkan kemudahan dalam menggunakan Tello.

Desain

Desain Tello mirip terinspirasi dari drone Dji Spark namun lebih kecil, dan tentunya bukan foldable copter. Tello dapat diletakkan pada telapak tangan dewasa, dengan berat 80 gram, karena kecil juga maka mudah dibawa kemana-mana.

Fitur

Kamera dan Video

Tello menggunakan besaran kamera 5MP, gambar yang dihasilkan cukup jernih dikelasnya dengan fitur EIS membuatnya stabil dan tidak kabur. Namun pada video menghasilkan rekaman yang tidak optimal, cenderung patah-patah. Semoga ini bisa diatas pada firmware upgrade ke depannya di Tello. Selain itu fitur fun pada kamera berupa EZ Shots seperti circle (mengambil gambar dengan memutari objek), 360 (mengambil video ketika melakukan 360), up & away (membuat drone terbang menjauh sambil merekam), FPV dan juga dapat menggunakan VR

Waktu Terbang

Jika Dji spark mampu terbang hingga 16 menit, maka pada Tello adalah kurang lebih 13 menit. Waktu terbang 13 menit menurut saya, merupakan waktu yang sedang jika tidak dibilang kurang, karena kebanyakan drone pemula bahkan dibawah 10 menit. Anda bisa membeli baterai tambahan sebagai cadangan jika perlu.

Take Off dan Landing

Tello memiliki fitur take off dan landing yang menarik. Selain take off standar melalui alas datar, juga bisa melakukan take off melalui dilempar. Anda perlu mengaktifkan terlebih dahulu

Sementara pada landing, selain landing langsung pada tanah, juga bisa diset untuk landing ke tanah. Cukup aktifkan fitur, dan ulurkan tangan dibawah drone, maka drone pun akan landing di tangan.

Tello SDK

satu lagi kelebihan yang dimiliki Tello adalah dukungan SDK yang memungkinkan kita melakukan pemrograman pada Tello. Pemrograman yang digunakan adalah scratch, saya sendiri belum mencobanya.

Kesimpulan

Untuk drone seharga 1.5 juta-an tello ini memiliki keunggulan dalam kemudahan pengoperasian. Sangat cocok bagi pemula yang belum pernah menerbangkan drone. Sensor vision dan barometer yang berada di bagian bawah drone sangat membantu membuat tello stabil ketika melayang, dan tentunya juga teknologi dari Dji dan Intel. Kestabilan adalah yang sangat sulit dilakukan untuk pemula sehingga kerap menabrak atau jatuh ketika menerbangkan drone.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *