Entah kapan terakhir saya merasakan euforia itu. Mungkin sekitar 4 tahun yang lalu. Euforia yang begitu terasa. Tapi perlahan-lahan saya redupkan, bahkan terkadang saya mencoba melupakan. Bukan karena rasa sakit atau kecewa tapi lebih karena menuju pemahaman yang lebih baik. Euforia itu adalah berupa mimpi dan cita. Cita yang mungkin memang belum saatnya untuk diraih.

Tapi perlahan, waktu memang semakin menua. Waktu tidak bisa saya tahan. Saya pun tidak tahu apakah ini saatnya untuk memanggail euforia itu lagi. Ya paling tidak mulai mempersiapkan untuk memanggil euforia itu untuk kembali.

Related Posts
Mengenal yang Tak Dikenal

Menjadi populer mungkin impian sebagian besar orang, terkenal dan dikenali. Namun zaman sekarang menjadi populer sepertinya bukanlah hal yang sulit. Read more

Menulis Adalah Bagian Dirimu

Jika ada yang bertanya pada saya tentang menulis, maka saya akan mengatakan banyak hal yang bisa kita tulis. Bagaimana tidak Read more

Dimana Letak Kebahagiaan?

Apa yang kita cari dalam hidup?mungkin sebagian besar kita akan menjawab ujungnya kebahagiaan. Bekerja mencari uang untuk bahagia, menikah dengan Read more

Menjadi Baik Saja Tidak Cukup

Menjadi biasa saja tidak cukup, karena tidak ada orang yang lebih merugi daripada keberadaanya sama saja dengan ketiadaannya. Menjadi biasa Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *