Setelah hampir 11 tahun, akhirnya saya berkesempatan untuk mengganti motor saya yang honda supra x 125. Rencana menggantinya sudah cukup lama, tapi sepertinya mencari momen dan motor yang pas. Karena sebelumnya sudah mengincar PCX lokal, tapi ketika membaca review sejumlah user pengguna awal yang mengalami problem shock bengkok dan gredek, akhirnya menahan diri. Walau memang untuk generasi terbaru atau buatan terbaru katanya sudah tidak dialami lagi.

motor supra x 125 lama

Bertepatan pada pameran GIIAS 2019 kemarin akhirnya saya memilih honda ADV 150 versi CBS. Pertimbangannya, beda! dengan tampilan mengikuti kakaknya yang adventure, cocok buat saya yang suka adventure, walau kepanjangan di kelas 150 ini lebih ke advance ya.

Review ini lebih dari pandangan pengguna awam otomotif. Modif hanya sekedar aksesoris. Saat tulisan ini dibuat usia motor sudah hampir 2 bulan dengan kilometer sudah sekitar 1700-an. Sekedar info, saya juga gabung di grup pengguna ADV, tapi tidak aktif karena memang sekedar up to date info sekitar ADV 150.

Oh ya, saya tes pertama kali mencoba ADV setelah plat motor didapatkan. Ada jeda sekitar 2 minggu dari pertama kali motor datang. Untuk tes pertama kali, saya langsung menuju ke pom bensin terdekat, karena bensin bawaan bengkel hanya ada setengah liter.

Nah, untuk pertama kalinya saya menemukan kendala. Dalam perjalanan pulang mengisi bensin, di bagian indikator radiator merah menyala dan mencium seperti bau hangus. Lalu saya pun berhenti sejenak. Saya lanjutkan dan tidak lama indikator radiator menyala dan ada bau hangus lagi. Akhirnya saya berkesimpulan besok harus saya bawa ke bengkel Ahass untuk pengecekkan lebih lanjut.

Ternyata benar, bahwa air radiatornya sedikit/kurang. Akhirnya pun mekanik menambahkan air radiator. Setelah selesai, saya  lanjutkan perjalanan pulang dan tidak mengalami indikator radiator menyala.

Bagi yang membeli ADV, sebelum melakukan perjalanan jauh, saya sarankan juga mengecek air radiator terlebih dahulu, apalagi jika dibawa jalan indikator air radiatornya menyala.

Apa yang saya rasakan ketika mengendarai ADV 150 :

  1. Jinjit. Yup, dengan tinggi motor diatas kebanyakan motor kelas 150, maka perbedaan yang mencolok adalah jinjit. Tinggi saya sekitar 168, bahkan katanya yang 170 juga masih jinjit. Ini bisa diakali dengan duduk jok agak ke depan, karena karakter jok ADV menurun ke depan. Jika saya agak duduk ke depan, terutama ketika lampu merah maka kedua tapak kaki dapat dengan mudah menapak ke tanah.
  2. Jok keras. Ini sepertinya sudah karakter motor honda, bahwa jok bawaan motor honda tipe apapun selalu keras. Selain jok keras, kulit jok nya juga mudah merosot. Jika anda dalam posisi membawa motor dengan kecepatan yang cepat dan ngerem mendadak, maka kulit joknya akan merosot. Ini dikarenakan pada lapisan joknya ada plastik.
  3. Mantep. Ya, dengan bobot yang lebih besar dibanding kelas 150 cc lainnya, ADV 150 ini lebih berat, sehingga ketika dibawa ngebut, bawaan mantep. Walau dibawa jauh perjalanan jakarta-cibinong jika sebelumnya menggunakan supra x 125 masih terasa pegal, dengan menggunakan ADV 150 pegalnya tidak ada. Hanya pantatnya yang terasa pegal, karena jok yang keras.
  4. Mesin halus. Selain bawaannya mantep, mesinnya sangat halus. Ya bisa dibilang karena motor baru, tapi banyak juga yang bilang walau sudah melewati servis pertama mesin masih lebih halus dibandingkan merk sebelah.
  5. Irit. Yup, dengan tersedia indikator konsumsi bensin pada panel, saya bisa melihat bahwa konsumsi bensin di ADV irit. Namun dengan catatan cara berkendara, dan jalan yang macet dan tidak, pasti berpengaruh konsumsinya. Sampai dengan kilometer saat ini konsumsi bensin saya sekitar 46.1 Km/liter.
  6. Shock yang sesuai. Shock depan memang diakui empuk. Sementara untuk shock belakang banyak yang mengatakan keras. Kalau bagi saya, jika dibawa berboncengan maka shock belakang sebenarnya empuk. Namun jika dibawa sendiri tidak terlalu terasa empuknya.

Modif yang saya lakukan :

  • Mengganti jok adalah hal yang pertama saya lakukan. Saya melakukan papas jok dan menambahkan latex, mungkin sekitar 3 lapisan latex, dan kulit jok diganti menggunakan kulit MBtech. Hasilnya menjadi empuk dan lebih nyaman. Pegal dipantat pun hilang.
  • Memberi sticker carbon pada bagian dek. Hal ini untuk menghindari jika tergores, karena saya rasa bagian dek adalah bagian mudah tergores, entah karena sepatu atau mungkin barang yang terpaksa kita taruh.
  • Mengganti windshield yang lebih tinggi dan berwarna smoke. Hal ini karena windshield bawaan pendek. Windshield yang lebih tinggi akan membantu untuk menahan angin agar tidak langsung kena ke badan/dada.
  • Backrest/sandaran. Ini lebih untuk memanjakan penumpang, karena pada bagian belakang/tail tidak terdapat pegangan. Buat istri saya tidak biasa. Apalagi kadang tarikan untuk motor membuatnya kaget. Kenapa tidak menggunakan box aja sekalian? Karena saya tidak menggunakan untuk perjalanan jauh/touring yang mungkin perlu tambahan bagasi melainkan penggunaan sehari-hari, maka backrest sudah cukup.

Jika saya membaca di grup ADV sebenarnya banyak pilihan modif/custom parts yang bisa dilakukan. Misal diakui bahwa putaran bawah ADV ini lebih santuy dibanding merk sebelah. Namun putaran atas sangat smooth dan mudah. Untuk mengatasi putaran bawah yang lambat, katanya bisa diganti dengan roller yang lebih ringan atau CVT. Bahkah jika mau, sudah tersedia paket untuk bore-up menjadi 180 cc. Bagi saya, karena masih tahun pertama, dan saya juga jarang membawa motor dengan kecepatan tinggi. Hal ini belum perlu saya lakukan.

Dari membaca grup ADV, ada juga yang mengalami kendala lain. Seperti stang yang tidak center. Perkiraan saya ini akibat dari ketika motor dibawa/diturunkan dari mobil, sepertinya mengalami guncangan/tidak aman, sehingga mengubah postur motor. Walau tidak menutup kemungkinan ada kesalahan ketika dari pabrik. Ada juga yang mengalami gredek yang tidak lama setelah penggunaan. Alhamdulillah keduanya dan kendala lain sampai saat ini saya tidak alami.

Kendala-kendala tersebut tidak menutup kemungkinan dari sekian banyak produksi bisa terjadi, bisa jadi ada produk yang terlewat quality control hingga ke tangan konsumen. Akhirnya konsumen merasa bahwa ADV jelek dan diluar ekspektasi. Ya, tidak ada produk yang sempurna.

Kesimpulan

Saran saya jika anda memesan ADV 150, ceklah ketika datang, seperti air radiator, posisi stang, karena dua hal tersebut yang sering dialami pengguna awal. ADV 150 motor yang sangat nyaman digunakan sehari-hari dan juga digunakan untuk perjalanan jauh. ADV 150 bukan mengejar kecepatan akselerasi tinggi, walau di putaran atasnya 60Kpj ke atas sangatlah smooth. Jadi bagi yang mencari akselerasi tinggi mungkin akan kecewa. Dengan ban standar bawaan berupa dual purpose, maka ADV smooth di jalan beraspal,  juga tidak akan mengalami kesulitan di jalan yang tidak rata. Jika mencari kecepatan, terutama untuk putaran bawah beberapa parts bisa diganti parts after market atau kalau mau  dengan bore-up menjadi 180 cc.

Tagged : # # #

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *