SubGit : Tool Untuk Migrasi Dari Subversion ke Git

Dalam mengembangkan aplikasi ada baiknya kita menggunakan konsep versioning, baik sendiri atau pun tim. Hal ini untuk memudahkan melacak setiap perubahan yang ada (change log) terhadap aplikasi yang kita kembangkan. Salah satu aplikasi versioning yang populer digunakan adalah Subversion, selain itu juga ada Git. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan menelisik kelebihan dan kekurangan pada subversion dan git, akan menjadi pertimbangan kita akan menggunakan mana.

Artikel ini tidak membahas kelebihan dan kekurangan terhadap subversion dan git. Melainkan jika halnya anda yang sudah menggunakan versioning subversion namun ingin berpindah ke git, yang akhir-akhir ini cukup populer. Untuk melakukan hal ini, SubGit bisa menjadi tool yang sangat bermanfaat. Memang selain subgit, juga terdapat svn-git. Namun subgit dikembangkan sebagai alternatif git-svn, bahkan dengan mengatasi batasan yang tidak dapat dilakukan git-svn.

Salah satu kelebihan antara subgit dengan git-svn diantaranya:

Git-Svn:

  • Learn how to use Git.
  • Learn how to use Git-Svn (read this page).
  • Start using Git-Svn, encounter one of the caveats, read documentation again.
  • Fit your mind to the limited git-svn workflow, avoid non-linear history and merges.

SubGit:

  • Learn how to use Git.

Subgit akan bertindak layaknya melakukan sinkronisasi pada dua aplikasi versioning tersebut. Kita bisa menentukan apakah keduanya saling bersinkronisasi dengan saling up-to-date atau menghapus.

  • Use Git.
  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *