Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Selalu diam

  • Berbicara seperlunya
  • Bicaranya fasih, ringkas tapi padat
  • Hatinya selalu sedih
  • Berpikir terus menerus
  • Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa pernah mencaci
  • Tak pernah mencela makanan; bila suka dimakan, bila tidak, ditinggalkan
  • Tak pernah marah menyangkut urusan dunia
  • Marah atau mengekang amarah bukan karena nafsu
  • Bila kebenarang dilanggar, tak ada yang mampu mengekang amarah beliau
  • Bila marah, beliau memalingkan muka
  • Bila senang, beliau memejamkan mata
  • Tak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas, serta berteriak-teriak di pasar
  • Tak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan beliau memaafkan dan berlapang dada
  • Tangan beliau tidak pernah memukul selain dalam jihad dijalan Allah
  • Bila menghadapi dua hal, beliau memilih yang termudah selama tidak berpretensi maksiat
  • Di rumah, beliau adalah manusia biasa yang mencuci baju, memerah susu dan mengerjakan sendiri segala keperluan dirinya
  • Di saat duduk atau pun berdiri, beliau senantiasa berzikir
  • Raut wajahnya selalu cerah, perangainya dapat ditiru dengan mudah, lemah lembut dan ramah
  • Tak pernah berlaku keras dan kasar, berteriak-teriak, dan mencela orang
  • Tiga hal yang mereka jauhi; perselisihan, congkak dan segala yang tidak diperlukan
  • Tak pernah mencela dan memaki-maki orang
  • Tak pernah menuntut kerahasiaan mereka
  • Tak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala
  • Berbicaranya memukau siapa pun yang mendengarnya, seolah ada burung melintas di kepala mereka
  • Bagi yang melihat beliau sepintas lalu, ia akan takut bercampur hormat.
  • Bagi yang sering bergaul dan telah mengenal baik beliau, ia akan mencintainya tanpa batas
  • Memberi tempat kepada orang yang mau duduk, dan tidak menganggap ada yang lebih mulia di antara mereka
  • Siapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhi, atau ditolak dengan tutur kata yang sejuk. Tangan beliau selalu terbuka bagi siapa saja tanpa pilih kasih; beliau adalah bapak bagi mereka semua
  • Di mana pun beliau duduk, di situ terpancar cahaya ilmu, sikap malu dan sabar, serta amanah. Tak ada yang berani mengangkat suara di hadapan beliau.
  • Semua mengakui yang lain lebih utama karena takwanya; yang tua dihormat, yang kecil disayang, yang mempunyai keperluan diprioritaskan, orang asing dijaga dan diperhatikan
  • Tidak memotong pembicaraan orang. Kalau ingin memotong, beliau menyetop atau berdiri
  • Paling lapang dada
  • Paling tepat logat bicaranya
  • Paling halus wataknya
  • Paling ramah tata pergaulannya
  • Berkata orang yang berusaha menggambarkan beliau, “Tak pernah kulihat orang seperti dia, dulu maupun sekarang”
  • Shalawat dan salam semoga abadi mengalir kepada beliau, segenap keluarga dan sahabat beliau. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Sumber : Bilik-bilik Cinta Muhammad, Kisah Sehari-hari Rumah Tangga Nabi ; Dr Nizar Abazhah

Related Posts
Mengenal yang Tak Dikenal

Menjadi populer mungkin impian sebagian besar orang, terkenal dan dikenali. Namun zaman sekarang menjadi populer sepertinya bukanlah hal yang sulit. Read more

Menulis Adalah Bagian Dirimu

Jika ada yang bertanya pada saya tentang menulis, maka saya akan mengatakan banyak hal yang bisa kita tulis. Bagaimana tidak Read more

Dimana Letak Kebahagiaan?

Apa yang kita cari dalam hidup?mungkin sebagian besar kita akan menjawab ujungnya kebahagiaan. Bekerja mencari uang untuk bahagia, menikah dengan Read more

Menjadi Baik Saja Tidak Cukup

Menjadi biasa saja tidak cukup, karena tidak ada orang yang lebih merugi daripada keberadaanya sama saja dengan ketiadaannya. Menjadi biasa Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *