Dari Bali (ILC 2008)

Setelah sebelumnya menghadiri pertemuan POSS (Pendayagunaan Open Source Software) Network di Makasar, alhamdulillah seminggu kemudian tanggal 8-9 November 2008 saya menghadiri pertemuan ILC (Indonesia Linux Conference) 2008 di Kuta, Bali. ILC ini merupakan ajang pertemuan komunitas linux terbesar di Indonesia setiap tahun,
sekaligus merupakan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Meeting. Seluruh KPLI di Indonesia bertemu
dan berkumpul.

ILC ini setiap tahun diselenggarakan di lokasi berbeda (bergilir) dan sekaligus sebagai tuan rumah. ILC yang
satu paket dengan KPLI Meeting merupakan pertemuan ke-3 setelah sebelumnya yang pertama di Surabaya
(2006) dan yang ke-2 di Yogyakarta (2007). Sebenarnya ILC (non-KPLI Meeting) ini pertama kali di adakan di
Jakarta (2002) di selenggarakan oleh KPLI Jakarta yang waktu itu mendatangkan Richard Stallman (tokoh Free
Software).

ILC 2008 ini dipersiapkan oleh KPLI Bali dan juga bekerjasama dengan Universitas Udayana yang melibatkan
panitia dari Mahasiswa Ilmu Komputer sebanyak 30 Orang. Tempat pelaksanaan meeting KPLI bertempat di
Palm Beach Hotel. Pada ILC ini dihadiri kurang lebih 90 peserta dari total masing-masing komunitas linux.
Beberapa ini KPLI dan Komunitas Linux yang menghadiri pertemuan tersebut (yang saya ingat 🙂 : KPLI Aceh,
KPLI Bandung, KPLI Banyuwangi, KPLI Jakarta, KPLI Jogyakarta, KPLI Surabaya, KPLI Magelang, KPLI
Samarinda, KPLI Muna, KPLI Makasar, KPLI NTB, KPLI Kendari, KPLI Malang, KPLI Cilegon, KPLI Cirebon, KPLI
Bogor, KPLI Padang, KPLI Batam. Selain itu untuk komunitas distro : Komunitas Ubuntu-ID, OpenSuse-ID,
Slackware-ID, Fedore-ID, Mandriva-ID. Juga di hadiri perwakilan dari AWALI (Asosisasi Warnet Linux dan Open
Source Indonesia), AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), Depkominfo, Ristek.

Pada hari Pelaksanaan 9 November 2008. Acara di buka Oleh Purek 3 Univeritas Udayana. Pada sesi I itu
berupa diskusi panel, yang masing-masing sebagai Narasumber : Departemen Aplikasi dan Telematika
Kominfo, Ketua AOSI – Asosiasi Open Source Indonesia dan Nara sumber langsung dari Unud. Sebagai moderator
Pak Rusmanto (Ketua YPLI – Yayasan Penggerak Linux Indonesia). Sesi I membahas : Linux/FOSS di
pendidikan, pemerint ahan, dan bisnis.

Yang diketahui, perkembangan linux sudah menempati yang semakin kuat dibidang Bisnis dengan keberadaan
AOSI. Karena AOSI adalah asosiasi berbadan hukum menghimpun organisasi-organisa si pencinta, penggiat,
pengembang, pemakai, pendidik, pelaku bisnis dan semua pendukung Open Source skala nasional yang bekerja
sama, bahu membahu membangun sinergi guna mencapai sukses bersama.Untuk bidang pendidikan, bahwa pada
tanggal 28 Oktober 2008 dari Ristek ke Diknas sudah me-launching BSE (Buku Sekolah Elektronik) kurikulum
berbasis Linux (bukan sekedar Open Source) untuk Sekolah SMA/MA Sederajat. Dan beberapa waktu ke depan,
sedang dan akan disusun BSE untuk tingkat pendidikan dasar-menengah dan juga SMK.

Untuk bidang pemerintah. Dengan semangat “Be Legal” dan mandiri, Ristek merupakan Departemen yang sudah
melakukan migrasi, dan Diknas saat ini sedang melakukan proses migrasi yang sudah dimulai dari
Pustekom (saya dan Nur Arifin sempat menghadiri rapat pembahasan migrasi tersebut).

Pada sesi ke-2 merupakan bagian diskusi antar komunitas linux dengan berfokus pada bidang :
1. Prioritas kegiatan ke depan
– Pendidikan dan Sertifikasi
– Pemerintahan
– Bisnis
– Publik (Warnet dan sejenis)

2. Keorganisasian
– Komunitas Linux dan KPLI Meeting
– ILC 2009

Pada sesi ke-2 inilah sebagian besar KPLI melaporkan perkembangan kegiatan masing-masing dan juga “curhat”
tentang kendala yang dihadapi. Pada sesi ke-2 ini telah diambil beberapa keputusan (tapi saya sedang
menunggu hasil rangkuman dari KPLI Bali di milis linux-aktivis karena cukup banyak hasilnya :-). Salah
satunya perebutan lokasi ILC 2009 terjadi antara KPLI Bogor dan KPLI Makasar, yang akhirnya ILC 2009 akan
diselenggarakan di Makasar :-).

Hal yang paling mengesankan dan menggembirakan bagi saya adalah bisa bertemu dengan para aktivis-linux
dari berbagai daerah, berbagi cerita mengetahui bagaimana perkembangan linux dan open source
(idealisnya) dan tentu saling mendukung. Maka tak salah sebuah ucapan yang mengeratkan kami. “Bhineka
Tunggal Kernel”. Walau berbeda-beda tapi tetap satu kernel, yaitu Linux! :-).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *