Dasar-dasar SSH Menggunakan OpenSSH

Apakah ssh itu? Menurut OpenSSH page OpenSSH adalah versi FREE dan SSH sebagai tool untuk melakukan konektivitas pada jaringan. Jika anda menggunakan telnet, rlogin, dan ftp mungkin tanpa anda sadari bahwa password yang terkirim tanpa melalui enkripsi. Sedangkan dengan menggunakan OpenSSH melakukan enkripsi kepada semua trafik (termasuk password) secara efektif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Secara tambahan, OpenSSH memiliki tunneling yang aman dan beberapa metode autentikasi, dan juga mendukung semua versi protokol SSH. OpenSSH sangatlah pas untuk bisa menggantikan rlogin dan telnet dengan program SSH, rcp dengan SCP dan ftp dengan sftp. Juga termasuk sshd (paket server-side), dan juga tool lain seperti ssh-add, ssh-agent, ssh-keysign, ssh-keyscan, ssh-keygen dan sftp-server.

SSH Client, asumsikan Anda memiliki account di server : namaserver.com (ip address) dan mesin tersebut menjalankan ssh server. Account Anda pada server di refer pada username dan password Anda misal password123. Untuk dapat masuk menggunakan ssh, anda dapat dengan melakukan perintah :

ssh -l username namaserver.com

atau jika Anda belum memiliki namaserver, dengan menggunakan ip address :

ssh -l username xxx.xxx.xxx.xxx (x merepresentasikan ip address)

alternatif jika tidak menggunakan parameter -l :

ssh username@namaserver.com

atau

ssh username@xxx.xxx.xxx.xxx

Dengan melakukan perintah tersebut Anda lalu akan diminta memasukkan password Anda.

SCP Client

Selain itu kita juga bisa melakukan copy file. Misal Anda akan melakukan transfer file yang bernama file.txt pada mesin yang berbeda :

scp /home/username/file.txt username@namaserver.com:~/home/username/

Pertama kita menuliskan perintah scp, selanjutnya kita menentukan letak file yang ingin kita copy berada “/home/username/file.txt”. Lalu seperti menggunakan ssh selanjutnya kita menentukan username dan namaserver, terakhir menentukan letak file yang ingin kita tuju “:~/home/username/”.

Jika kita ingin mengcopy isi folder dengan menambahkan parameter -r seperti ini :

scp -r /home/username/direktori username@namaserver.com:~/home/username/

Catatan :
Jika Anda mengubah port dari SSH, standarnya port ssh adalah 22. Jika Anda mengubahnya, maka saat Anda melakukan koneksi dari client Anda harus menspesifikasikan port tersebut, misal :

ssh -l username xxx.xxx.xxx.xxx 44

Dengan 44 sebagai port yang Anda miliki. Juga pastikan firewall pada komputer Anda pada port tersebut telah di buka. Juga buka file konfigurasi untuk opsi lebih lanjut yang dapat Anda ubah :

/etc/ssh/ssh_config (untuk client)

/etc/ssh/sshd_config (untuk server)

Jika Anda merubah apapun yang ada di sshd_config, jangan lupa untuk merestart kembali ssh server tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *