Sekilas File System di Linux

File system bisa dikatakan merupakan yang mengatur sekumpulan file dan direktori dalam sistem operasi. Tujuannya agar file dan direktori yang tersimpan di hardisk dapat di akses dengan mudah. Di windows menggunakan file system biasanya FAT (16 dan 32 bit), NTFS. Linux memiliki file system yang berbeda dibanding dengan windows.

Kebanyakan distro linux menawarkan berbagai macam variasi file system yang dapat Anda pilih. Tapi mungkin disini hanya dibahas tiga yang paling sering digunakan, yaitu :

  • Ext2
  • Ext3
  • Reiserfs

Ext2 merupakan tipe file system yang paling tua yang masih ada. Akronim dari ext2 adalah second file system. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1993. Menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan oleh sistem operasi. Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori. Sebuah direktori bisa mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang di sebut sub direktori.

Maksimum ukuran file yang didukung oleh ext2 adalah 2 Terabyte, dan volumenya bisa mencapai 4 Tb. Nama file bisa mencapai 255 karakter. Juga mendukung file system linux user, groups, dan permision (POSIX). Juga mendukung kompresi file.

Bagaimanapun juga ext2 memiliki kelemahan dalam hal, ketika shut down secara mendadak membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk recover. Untuk melakukan clean up file system, biasanya ext2 secara otomatis akan menjalankan utility e2fsck pada saar booting selanjutnya. Utility ini mencoba memperbaiki masalah yang kemungkinan terjadi ketika sistem di matikan secara mendadak.

Etx3. Merupakan pengembangan dari ext2. Akronimnya third extended file system. Bahkan utility yang terdapat di ext2 juga terdapat di ext3. Ext3 menawarkan keunggulan yang menjadikannya lebih dibandingkan ext2 : journaling. Ingat pada kekurangan pada ext2 yang harus memeriksa seluruh file system jika ada masalah, maka pada ext3 ini tidak perlu dilakukan. Dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shutdown yang mendadak tidak akan selama pada ext2. Maka tidak salah kalau saat ini banyak distro linux menggunaka ext3 sebagai file system standarnya.

Kekurangannya, pada ext3 dengan menggunakan journaling maka membutuhkan memory yang lebih dan memperlambat operasi I/O. Bagaimanapun juga, karena dengan menggunakan ext3 melakukan pekerjaan yang meningkatkan integritas data dan melakukannya dengan cepat, kebanyakan sistem administrator lebih memilih ext3 dibanding ext2.

Reiserfs. Bisa dikatakan alternatif selain ext3, karena memiliki fungsi journaling. Tapi reiserfs memiliki secara keseluruhan berbeda dibanding ext2 dan ext3 dalam struktur internal. Reiserfs mendukung maksimum file hingga 8Tb dan maksimum volume 16 Tb. Bahkan dikatakan lebih cepat dibandingkan ext2 dan ext3.

Kelebihan ini menjadikan distro Suse dan Linxpire menjadikannya sebagai file system standar yang digunakan.

Perbedaan file system antara windows dan linux menyebabkan karakteristik yang berbeda juga pada aplikasi yang dimiliki. Jika di windows aplikasi biasanya berupa .exe, maka pada dasarnya di linux berupa source yang perlu di kompile, dan juga sudah ada yang terpaket berdasarkan jenis distribusi. Untuk linux berbasis debian dan turunannya seperti (ubuntu, linux mint dan sebagainya) memiliki ekstensi file .deb, sedangkan seperti RedHat dan turunannya menggunakan .rpm.

Lalu apakah aplikasi di windows bisa berjalan di linux? Bisa, dengan menggunakan aplikasi emulator. Emulator yang paling populer di linux adalah wine (Wine Is Not Emulator). Wine ini sewaktu di install di linux, akan mencipta enviroment layaknya di windows, akan ada direktori drive_c, program_files, bahkan windows pun juga ada.

Dengan adanya wine ini, bahkan aplikasi sekelas photoshop cs pun bisa berjalan di linux. Dan sisi buruknya yang sudah saya alami sendiri. Virus yang seharusnya tidak bisa berjalan, tapi jika ada wine yang sudah terinstall, maka virus itu pun akan berjalan di dalam ruang lingkup wine tersebut. Walau tetap tidak bisa menyebar ke file-file lain di linux. Tentu ini jadi catatan tersendiri, bukan linux yang menyebabkan virus berjalan, tapi environment windows yang di bawa wine yang menyebabkan virus-nya windows berjalan. Dan kalau pun masalah ini menghampiri, dapat dengan mudah di atas dengan menghapus direkori .wine yang berada didalam direktori user.

Struktur File System Linux

Sewaktu melakukan instalasi, kita biasanya melakukan partisi pada hardisk untuk menentukan letak dimana linux diinstall. Minimal kita menentukan posisi / (root) dan swap. Posisi / merupakan core semua paket linux terinstall, sedangkan swap berfungsi sebagai virtual memory bagi linux.

Linux menggunakan struktur file bawaan unix, yaitu berupa /, /home, /etc, /var dan seterusnya. Struktur file ini sangat terstruktur dan juga yang menjadi alasan linux memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi, berikut ini gambarannya :

Masing-masing direktori memiliki fungsinya tersendiri.

/bin direktori file yang biasanya dieksekusi oleh user melalui command line

/boot direktori file yang dibutuhkan sewaktu melakukan booting

/dev direktori berisi file untuk device

/etc berisi file konfigurasi untuk aplikasi-aplikasi tertentu

/home rumahnya user

/lib berisi library dan module yang biasanya digunakan antar aplikasi

/media tempat untuk melakukan mount bagi removable media

/opt aplikasi software paket add-on

/root rumahnya root (paling tertinggi)

/sbin utility untuk sistem administrator

/srv data untuk services (spt web, ftp)

/tmp temporary file

Selain itu Anda perlu mengetahui di linux terdapat berbagai macam tipe file yang digunakan oleh file system linux. Jika di windows hanya ada dua jenis tipe file dalam file system windows yaitu :

  • Direktori
  • File

Termasuk normal file, hidden file, shortcut file, word processor file, executeable file, dan seterusnya. Ya, inilah jika Anda berada di windows.

Sedangkan di linux lebih bervariasi tipe filenya.

Regular file

File ini sama dengan yang biasa digunakan oleh file system, misal executable file, OpenOffice file, gambar, teks, file konfigurasi, dan sebagainya.

Links

File ini yang dimaksud berupa pointer ke file lain yang berada di file system

FIFOs

First In First Out. Ini merupakan file khusus yang digunakan untuk memindahkan data dari satu proses yang berjalan pada sistem ke proses yang lain. Ini biasanya berupa queue. Data yang sudah berada pada proses pertama akan yang pertama dikeluarkan dalam queue.

Socket

Socket mirip dengan FIFO, digunakan untuk transfer informasi antar socket. Bedanya pada socket berjalan bi-directionally.

Ah, yang dua terakhir agak sedikit advanced, saya masih perlu belajar lagi 🙂

4 tanggapan untuk “Sekilas File System di Linux

  • 23-11-2008 pada 03:49
    Permalink

    wh, mantrap ya penjelasannya..

    oiya, kalo bole saya tahu, penggunaan swap di linux mengapa menjadi prioritas utama, padahal khan misalnya kita punya RAM 2gb, mungkin saya bisa mendapat alasan yang rasional dari anda, terima kasih

    salam hangat.

    elferror

    Balas
  • 25-11-2008 pada 05:07
    Permalink

    Hmm, semoga penjelasannya sederhana.. Swap di linux itu sbg virtual memory. Yah fungsinya untuk menyimpan data sementara dan meningkatkan performansi sistem. Dgn adanya swap jika RAM yg digunakan sudah overflow (heavy loaded), maka informasi data/program akan pindah ke swap. Ketika data akan digunakan, maka pindah lg ke RAM. Dgn adanya swap jd memungkinkan menjalankan program lbh banyak dijalankan, melebihi apa yg bisa dijalankan pada sistem. Ada jg yg mengatakan virtual memory itu gabungan antara RAM dan swap.

    Memang ada yg mengatakan tanpa swap pun linux bisa berjalan, tapi coba bandingkan dgn menggunakan swap dgn yg tidak. Dan ada beberapa distro linux yg tidak bisa diinstall jika tidak ada swap.

    Kelebihan lainnya, dgn swap berupa partisi. Memungkinkan linux lebih stabil. Seperti kasus hang di linux berbeda dgn kasus hang di windows. Jika windows hang, maka semuanya hang, tapi jika terjadi di linux, pada umumnya hanya menimpa aplikasi itu saja. Sehingga kita menghentikan proses dgn menggunakan perintah xkill atau kill pada proses yg hang tersebut. 🙂

    Balas
  • 05-12-2008 pada 02:17
    Permalink

    oo..gitu ya
    om,
    kalau extension.tar di linux itu apa ya ?
    semacem winrar di windows bukan ?

    Balas
  • 05-12-2008 pada 06:18
    Permalink

    Iya, tar itu salah satu utility digunakan untuk membuat file archive, biasa disebut jg tarball. Seperti halnya zip dan rar di windows. Biasanya di linux akan diikuti dgn kompresi gzip atau bzip2. Hmm, mungkin nanti mau buat tulisan ttg itu 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *