Merangkak Kembali
Merangkak dalam satu siklus kehidupan hanya terjadi sekali, yaitu ketika kita beranjak dewasa. Merangkak merupakan fase dimana ketiadaan kita untuk mampu berjalan dengan tegak. Merangkak merupakan keadaan ketika kaki belum mampu menopang dan menahan beban dengan seimbang. Merangkak adalah keadaan dimana kita terbata dalam berjalan.
Namun merangkak mungkin tidak hanya sekali terjadi. Atas setiap kita memulai hal yang baru. Disitulah kita merangkak kembali. Karena atas setiap hal yang baru, kita membutuhkan waktu untuk mempelajari, kita membutuhkan waktu untuk memahami, kita membutuhkan waktu untuk menyelami hingga menjadi bagian diri.
Merangkak kembali pun dapat terjadi ketika langkah terintangi lalu membuat kita terjatuh hingga terluka. Pada saat itu kita terjerembab tak mampu berjalan karena langkah yang terperih.
Karena langkah tak selamanya mulus, karena langkah tak harus selalu berlari cepat. Ada saat-saat dimana kita berhenti sejenak melangkah perlahan. Ada saat-saat dimana kita kembali ke titik awal atas keinginan kita.
Walau begitu merangkak kembali bukan berarti memulai dari nol. Ada sebentuk pemahaman dan daya yang sudah kita temui dan menjadi bagian diri. Daya tersebutlah yang terhimpun menjadi kekuatan yang menggerakkan untuk tak berhenti.
Merangkak kembali bukanlah hal yang harus dikhawatirkan dan ditakutkan. Karena merangkak kembali berarti belajar sesuatu yang baru untuk menjadi bagian diri dan kelak kita mampu membuatnya berjalan dengan ringan bahkan berlari dengan cepat.
Bacaan terkait
Berada ditengah-tengah (Khauf dan Raja')
Hidup selalu menghadirkan silih berganti menghadirkan kesulitan dan kemudahan. Bahwa kesulitan yang dialami tak akan selamanya terjadi, begitupun kemudahan yang dibe...
Faqih itu ...
Orang yang Allah ketahui kebaikan di hatinya berarti Allah menginginkan kebaikan untuknya, dan bila Allah menghendaki kebaikan baginya, Allah faqihkan dia dalam agam...
Pengalaman Isoman : When Covid Hit Me
Setelah satu setengah tahun pandemi covid 19 berlalu, saya tidak menyangka bahwa saya akhirnya terkena covid juga. Ya, mengingat bahwa saya sudah melakukan prokes,...
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
Tulis komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.