Mencoba Memanggil Euforia itu Kembali
Entah kapan terakhir saya merasakan euforia itu. Mungkin sekitar 4 tahun yang lalu. Euforia yang begitu terasa. Tapi perlahan-lahan saya redupkan, bahkan terkadang saya mencoba melupakan. Bukan karena rasa sakit atau kecewa tapi lebih karena menuju pemahaman yang lebih baik. Euforia itu adalah berupa mimpi dan cita. Cita yang mungkin memang belum saatnya untuk diraih.
Tapi perlahan, waktu memang semakin menua. Waktu tidak bisa saya tahan. Saya pun tidak tahu apakah ini saatnya untuk memanggail euforia itu lagi. Ya paling tidak mulai mempersiapkan untuk memanggil euforia itu untuk kembali.
Bacaan terkait
Berada ditengah-tengah (Khauf dan Raja')
Hidup selalu menghadirkan silih berganti menghadirkan kesulitan dan kemudahan. Bahwa kesulitan yang dialami tak akan selamanya terjadi, begitupun kemudahan yang dibe...
Faqih itu ...
Orang yang Allah ketahui kebaikan di hatinya berarti Allah menginginkan kebaikan untuknya, dan bila Allah menghendaki kebaikan baginya, Allah faqihkan dia dalam agam...
Pengalaman Isoman : When Covid Hit Me
Setelah satu setengah tahun pandemi covid 19 berlalu, saya tidak menyangka bahwa saya akhirnya terkena covid juga. Ya, mengingat bahwa saya sudah melakukan prokes,...
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
Tulis komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.