Kata di Jalan Cinta
Satu kata cinta Bilal : “Ahad!”
Dua kata cinta Sang Nabi : “Selimuti aku..!”
Tiga kata cinta Ummu Sulaim : “Islammu, itulah maharku!”
Empat kata cinta Abu Bakr : “Ya Rasulullah, saya percaya..!”
Lima kata cinta Umar : “Ya Rasulullah, ijinkan kupenggal lehernya!”
Begitulah kalimat dari halaman awal buku “Jalan Cinta Para Pejuang” Salim A. Fillah. Itulah pelangi keindahan Islam. Ada getar yang tak tertahan. Ada kata yang terurai dalam laku. Karena iman layaknya bunga yang tak bisa menahan wewangiannya. Ia akan semerbak harum, bergerak dan bermanfaat untuk sesama.
Adakah yang tak mewangi? Maka ia akan tercium dalam hambar yang tak terasa dan tak terkecap.
Walau tersipu antara kelembutan dan ketegasan hati, ia akan mewujud dalam kata lalu terurai dalam laku...
Bacaan terkait
Berada ditengah-tengah (Khauf dan Raja')
Hidup selalu menghadirkan silih berganti menghadirkan kesulitan dan kemudahan. Bahwa kesulitan yang dialami tak akan selamanya terjadi, begitupun kemudahan yang dibe...
Faqih itu ...
Orang yang Allah ketahui kebaikan di hatinya berarti Allah menginginkan kebaikan untuknya, dan bila Allah menghendaki kebaikan baginya, Allah faqihkan dia dalam agam...
Pengalaman Isoman : When Covid Hit Me
Setelah satu setengah tahun pandemi covid 19 berlalu, saya tidak menyangka bahwa saya akhirnya terkena covid juga. Ya, mengingat bahwa saya sudah melakukan prokes,...
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
Tulis komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tampil.