Manusia No 1 (cerpen)

Agustus 2006 " Aku Pergi...terimakasih atas segalanya" Meura menatap tulisan pendek di layar Handphonenya. Mata bening itu tak bercahaya. Binarnya seolah hilang teradiasi HP jadul miliknya. Pesan singkat...bermakna amat dalam..Perpisahan.. Pesan pertama dan mungkin juga terakhir. Dikirim oleh seseorang yang tak pernah ia beri no HPnya, dan no yang tak pernah ia simpan diPhoneBook Meura tahu pasti..sangat yakin..pesan siapa itu, hanya seseorang yang akan pergi jauh saat ini. Hmmm..Tak boleh bertemu, seseorang yang takut akan berpisah... dan tak boleh tertawa, seseorang yang takut menangis.. Meura tak menangis.. Ia tahu. Allah lah yang telah membuat garis itu Ia titik hitam di sebuah ujung, dan Dia titik hitam lagi di ujung satunya... Dekat..namun kusut berputar putar..tak menentu dan tak tertulis dalam 1 garis lurus. terlalu kusut..bahkan amat kusut " baiklah...selamat jalan.." Meura memutuskan menyimpan saja..rangkaian huruf yang barusan ia ketik. Klik..tersimpan rapi dalam folder Archive HPnya..dan tersimpan Rapuh dalam hati kecil miliknya... "Allah..Aku tetap berharap" Doanya dalam hati...sempit..dalam..namun tegar Agustus 2007 3 panggilan tak terjawab... tertera penuh arti di layar HPnya. Tetap no tak dikenal, Namun kembali meura tahu no siapa itu... Kode Negaranya.. ya..dari kode negaranya.. Hari ini miladku.. mungkin dia ingat miladku.. Wajahnya bersemu merah... Meura memilih kata mungkin..karena ia juga tak tahu pasti.. Harapannya yg melambung kini..membuatnya memilih kata mungkin Mungkin ia ingat..Mungkin..Mungkin saja Fiuhhh..waktu berjalan tertatih tatih.. meura tetap menunggu... berpuluh sms ucapan doa..dan kado kado cantik disampingnya tak mampu menyingkirkan galau yang terukir disenyum getirnya. Hingga 24 hari kemudian.. 24 th lewat 24 hari " Aku masih di awal perjalanan..masih banyak tangga yang harus kunaiki..kau menungguku di tangga yang mana?" Meura diam terpaku. Nalarnya tak jalan..terlalu sulit baginya mencerna khiasan tak jelas macam itu. Aku ini wanita..butuh kejelasan..bukan seorang sastrawan..pekiknya dalam hati Meura tetap tak melakukan apapun... senyum tidak..menangis apalagi Juni 2008 2 bulan lagi Agustus.. kali ini meura tersenyum Meura Mantap..Dikuatkannya keyakinan ditutupnya semua bagian kenangan dihapusnya bayangan harapan lama " Aku punya Tangga sendiri, tak perlu menunggu..sesuatu yang belum tentu jadi bagian dari perjalanan panjangku" Gadis muda itu tampak semangat... Ia melangkah sendiri...ringan seperti berlari... Langkahnya semakin mantap, di ujung jalan harapan barunya Seseorang telah menunggunya Bukan orang yang sama... Tapi dia lebih istimewa.. sangat istimewa ditulis oleh : Aisyah Fika
A

Tulis oleh

alfach

Komentar (1)

  • ilham
    nice story ... lanjut baca Manusia no.2

Tulis Komentar

Email tidak akan dipublikasikan.