Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kakinya berdarah-darah. Orang-orang Thaif bukan saja menolak dakwahnya. Tapi juga menggunakan kekerasan untuk menolak dakwahnya. Setelah Quraisy menolak habis dakwahnya, dan orang-orang mulia seperti Khadijah yang menjadi tulang punggungnya wafat, kini anak-anak Thaif melemparinya batu. Sampai ia berlumuran darah. Di saat itulah Jibril datang menawarkan bantuan: biarlah kuhancurkan mereka semua!

Menggoda betul tawaran Jibril itu. Tapi, “Tidak!” jawab Rasulullah saw kepada Jibril. “Aku bahkan memohon penangguhan untuk mereka. Sungguh aku berharap bahwa Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka anak-anak yang akan menyembah Allah dan tidak mempersekutukanNya” (Bukhari dan Muslim).

Seandainya ia seorang pendendam, ia pasti menerima tawaran Jibril itu. Tapi tidak! Ia seorang pencinta. Dan ia sadar bahwa ia bisa mengubah komunitas penggembala kambing yang angkuh di jazirah Arab menjadi pemimpin-pemimpin peradaban dunia yang rendah hati. Hanya dengan kekuatan cinta. Dan itulah yang kemudian terjadi : hanya dalam 22 tahun 2 bulan dan 22 hari, beliay merampungkan tugas kenabiannya dengan membawa seluruh jazirah dalam cahaya Islam.

Cinta adalah kekuatan perubahan yang dahsyat. Lima belas abad kemudian, Erich Fromm menjelaskan kekuatan cinta dalam proses perubahan :

“Pendekatan cinta adalah kebalikan dari pendekatan dengan kekerasan. Cinta berusaha memahami, menguatkan dan menghidupkan. Dengan cinta, seorang individu akan selalu mentransformasikan dirinya. Dia menjadi lebih peka, lebih menghargai, lebih produktif, lebih menjadi dirinya sendiri. Cinta tidak sentimental dan tidak melemahkan.

Cinta adalah cara untuk mempengaruhi dan merubah sesuatu tanpa menimbulkan ‘efek samping’ sebagaimana kekerasan. Tidak seperti kekerasan, cinta membutuhkan kesabaran, usaha dari dalam. Lebih dari itu semua, cinta membutuhkan keteguhan hati untuk menghindar dari frsutasi, untuk tetap sadar meslipun menemui banyak hambatan. Cinta lebih membutuhkan kekuatan dari dalam, kepercayaan daripada sekedar kekuatan fisik”

oleh : Anis Matta (serial cinta)

Related Posts
mencintai itu keputusan

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan Read more

Mengelola Ketidaksempurnaan

Apa lagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan Read more

Sayap yang Tak Kan Pernah Patah

Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tidak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau Read more

Membersamai Perasaan itu KarenaNya

Karena cinta berupa fitrah, mengutip dari salah satu buku Ust. Cahyadi Takariawan, "Dalam panggung cinta,hanya ada 2 pilihan: mencintai dengan Read more

Tagged : #

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *