Home / Tag Archives: coretan

Tag Archives: coretan

Dimana Letak Kebahagiaan?

Apa yang kita cari dalam hidup?mungkin sebagian besar kita akan menjawab ujungnya kebahagiaan. Bekerja mencari uang untuk bahagia, menikah dengan orang yang kita cintai untuk bahagia, menuntut ilmu untuk memuaskan dahaga akan ilmu untuk bahagia atau segala hal meraih cita yang kita impikan untuk bahagia. Namun pernahkah kita mengecek kata ...

Read More »

Let’s Take Another Leap

Sejak kecil, entah sejak kapan tepatnya. Saya selalu merasa, keberadaan kita untuk orang sekitar kita adalah untuk membantu orang lain lebih baik, orang lain disini dalam arti orang dekat atau kenal baik. Dalam arti lain juga, kita dipertemukan dengan orang pasti memiliki tujuan / arti, dan tujuan itu saya tanamkan ...

Read More »

Merangkak Kembali

Merangkak dalam satu siklus kehidupan hanya terjadi sekali, yaitu ketika kita beranjak dewasa. Merangkak merupakan fase dimana ketiadaan kita untuk mampu berjalan dengan tegak. Merangkak merupakan keadaan ketika kaki belum mampu menopang dan menahan beban dengan seimbang. Merangkak adalah keadaan dimana kita terbata dalam berjalan. Namun merangkak mungkin tidak hanya ...

Read More »

Tersembunyi

Hidup tidak selalu menghadirkan sebentuk wujud bahwa ia ada. Hidup terkadang tidak mengungkap jelas bagaimana ia bermula untuk kita. Kita hanya mampu menjalaninya. Tanah yang kita pijak, langit yang memayungi kita.  Ada hal-hal yang mungkin sulit untuk kita ketahui, tapi ia ada untuk  melengkapi kita. Hidup tidak selamanya terlihat jelas ...

Read More »

Ketika Bintang Tak Lagi Bercahaya

Setiap manusia pasti selalu mengikuti siklus kehidupan. Dari bayi menuju dewasa, dari dewasa menuju tua, hingga menjadi tiada. Dari yang tidak bisa melakukan apa-apa, hingga belajar memahami dan menambah pengetahuan menjadi sebentuk ilmu. Pemahaman dan ilmu pun seiring waktu bertambah. Dari yang ketika bayi tidak bisa melakukan apa-apa selain bergantung ...

Read More »

Kebaikan yang Tersembunyi

Entah sudah berapa lama dia tidak terlihat. Biasanya dia mengisi dikala waktu yang larut terhiraukan. Biasanya dia menyapa ketika keheningan membiarkan mematung tak menentu. Ya, mungkin kehadirannya tidak besar mengisi, tapi cukup memberi adanya arti kehilangan. Kehilangan yang memberi arti, bahwa ia dulu ada disini. Seperti ruang yang biasanya ditempati, ...

Read More »

Tulisan yang Mengalir (Bumi Cinta)

Ya, ini sambungan dari tulisan sebelumnya. Rasanya aku ngga berbakat membuat tulisan bersambung Ternyata ditulisan sebelumnya aku belum menulis judul novelnya ya. Mungkin tulisan ini lebih membahas mengenai novel karangan Habibburahman El Shirzay, dengan judul “Bumi Cinta”. Walau sebenarnya buku ini sudah beredar lama, tapi tak apalah aku membahasnya versi ...

Read More »

Cinta Terkembang Jadi Kata

Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup menyatakan semuanya. Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil untuk mewakili ...

Read More »

Kehabisan Kata-kata

Biasanya ku selalu mencoba menulis. Menulis untuk menangkap momentum mengikat makna. Tapi kali ini sudah lama ku tak menulis. Entah kenapa. Seakan-akan ku kehabisan kata-kata. . Seakan-akan semuanya sudah ku keluarkan semua. Tak ada lagi yang tersisa. Pernah ku berlari. Mengejar momentum, menangkap lalu mengikatnya dalam satu makna. Lalu ku ...

Read More »

mencintai itu keputusan

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata,”Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini”. Itulah kalimat pertama Utsman bin ...

Read More »