{ Posted on Jul 10 2010 by Achmad Fachrie }
Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup menyatakan semuanya.
Tidak mungkin ...
Read More »
{ Posted on Jun 04 2010 by Achmad Fachrie }
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata,"Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan ...
Read More »
{ Posted on Feb 20 2010 by Achmad Fachrie }
Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tidak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ’majnun’, lalu ...
Read More »
{ Posted on Feb 17 2009 by Achmad Fachrie }
Entah, kapan terakhir saya membaca kalimat tersebut. Iya, itu adalah sebuah judul buku, yang penulisnya saya sendiri lupa. Tapi memang benar adanya. Bukan sesuatu yang mudah membangun dan menjaga perasaan (baca : cinta). Di balik segala arti tentang keindahan cinta. ...
Read More »