Home / Coretan (page 5)

Coretan

Kehabisan Kata-kata

Biasanya ku selalu mencoba menulis. Menulis untuk menangkap momentum mengikat makna. Tapi kali ini sudah lama ku tak menulis. Entah kenapa. Seakan-akan ku kehabisan kata-kata. . Seakan-akan semuanya sudah ku keluarkan semua. Tak ada lagi yang tersisa. Pernah ku berlari. Mengejar momentum, menangkap lalu mengikatnya dalam satu makna. Lalu ku ...

Read More »

Manusia No 2 (cerpen)

-Senja- Di sebuah sudut kamar, sunyi senyap. Gadis berkerudung hijau, menekuk kedua lututnya. Kepalanya tertunduk. Matanya lembap, dadanya bergemuruh. Ia terisak… payah…payah sekali. ” aku tak terpilih” sesalnya. Ia kesal, tak pernah sebelumnya ia menangis sehebat ini. Apapun kesusahan yang menimpanya. Ia selalu tegar, tapi kini… Ia mahluk paling cengeng ...

Read More »

Manusia No 1 (cerpen)

Agustus 2006 ” Aku Pergi…terimakasih atas segalanya” Meura menatap tulisan pendek di layar Handphonenya. Mata bening itu tak bercahaya. Binarnya seolah hilang teradiasi HP jadul miliknya. Pesan singkat…bermakna amat dalam..Perpisahan.. Pesan pertama dan mungkin juga terakhir. Dikirim oleh seseorang yang tak pernah ia beri no HPnya, dan no yang tak ...

Read More »

mencintai itu keputusan

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata,”Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini”. Itulah kalimat pertama Utsman bin ...

Read More »

Anonymous

Ada perasaan tidak ingin dikenal, tidak ingin diketahui. Hanya ingin berwujud, tapi tak ingin diketahui. Wujud dalam arti bisa memberi tapi tak perlu dilihat. Ingin seperti angin. Tidak perlu dilihat tapi aku ada dan aku memberi. Ingin seperti angin. Bisa membuat berhembus, tapi tak perlu disentuh. Ingin seperti angin. Bisa ...

Read More »

Hikmah yang Terpilih

Begitu banyak kejadian menyimpan arti. Tapi kebanyakan kita tidak memahami. Jika dihitung, berapa banyak perubahan yang terjadi dihadapan kita. Perubahan yang awalnya merupa kehadiran, lalu mengisi dan mungkin perlahan kehadiran itu menjadi berbeda. Waktu tidak pernah berhenti berputar. Satu kejadian yang terjadi, ia tidak pernah terputus dalam satu titik. Tapi ...

Read More »

Mengelola Ketidaksempurnaan

Apa lagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia terbagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad saw? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan hati setelah ia direbut Utsman bin Affan? Apalagi yang ...

Read More »

Unfinished Emotion (2 – finished)

Ya, ini lanjutan dari tulisan yang pertama mengenai Unfinished Emotion. Menyambung dari yang pertama, unfinished emotion terjadi karena manusia tidak segera atau tidak mau menyelesaikan permasalahan emosinya. Manusia tidak mau menerima masa lalu atau memaafkan orang yang pernah menyakitinya. Sehingga menghalangi manusia untuk merasakan bahagia semestinya. Untuk menangani hal ini, ...

Read More »

Unfinished Emotion

Unfinished emotion merupakan sebentuk respons emosional terhadap apa yang kita persepsikan tidak adil yang terjadi di masa lampau. Bentuknya amat beragam, bisa berupa kebencian, kemarahan, sakit hati atau dendam. Menurut Ernie Larsen, pada saat kita merasakan, menyimpan dan menahan emosi di masa lalu saat itulah terjadi suatu siklus unfinished emotion. ...

Read More »

Rehat Sejenak

Akhir-akhir ini saya jarang menulis di blog. Lihat saja tanggal terakhir saya posting. Itu tanggal 17 Maret 2010. Ada beberapa hal yang membuat saya teralihkan. Salah satunya, saya sedang mengalami perpindahan pekerjaan. Dan yang kedua. Berkaitan dengan bidang saya juga, yaitu bahan “oprek” yang baru, yaitu android. (seperti bahan tulisan ...

Read More »