<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alfach.com &#187; coretan hati</title>
	<atom:link href="http://alfach.com/category/coretan-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfach.com</link>
	<description>it&#039;s about shared knowledge, shared understanding and shared of meaning</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jul 2010 15:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cinta Terkembang Jadi Kata</title>
		<link>http://alfach.com/2010/07/10/cinta-terkembang-jadi-kata/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/07/10/cinta-terkembang-jadi-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 14:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1122</guid>
		<description><![CDATA[Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup menyatakan semuanya.
Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil untuk mewakili semua makna yang membuncah di laut [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/06/27/kehabisan-kata-kata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kehabisan Kata-kata'>Kehabisan Kata-kata</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/02/20/sayap-yang-tak-kan-pernah-patah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayap yang Tak Kan Pernah Patah'>Sayap yang Tak Kan Pernah Patah</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2009/04/06/kata-di-jalan-cinta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kata di Jalan Cinta'>Kata di Jalan Cinta</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1122</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehabisan Kata-kata</title>
		<link>http://alfach.com/2010/06/27/kehabisan-kata-kata/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/06/27/kehabisan-kata-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 15:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/2010/06/27/kehabisan-kata-kata/</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya ku selalu mencoba menulis. Menulis untuk menangkap momentum mengikat makna. Tapi kali ini sudah lama ku tak menulis. Entah kenapa. Seakan-akan ku kehabisan kata-kata. . Seakan-akan semuanya sudah ku keluarkan semua. Tak ada lagi yang tersisa.
Pernah ku berlari. Mengejar momentum, menangkap lalu mengikatnya dalam satu makna. Lalu ku coba curahkan bagai hujan menyiram bumi. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/07/10/cinta-terkembang-jadi-kata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Terkembang Jadi Kata'>Cinta Terkembang Jadi Kata</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/03/14/caranya-begitu-indah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: CaraNya Begitu Indah'>CaraNya Begitu Indah</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2009/06/12/berhenti-menulis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berhenti Menulis'>Berhenti Menulis</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1155</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia No 2 (cerpen)</title>
		<link>http://alfach.com/2010/06/06/manusia-no-2-cerpen/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/06/06/manusia-no-2-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 15:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[-Senja-
Di sebuah sudut kamar, sunyi senyap. Gadis berkerudung hijau, menekuk kedua lututnya. Kepalanya tertunduk. Matanya lembap, dadanya bergemuruh. Ia terisak&#8230; payah&#8230;payah sekali.
&#8221; aku tak terpilih&#8221; sesalnya. Ia kesal, tak pernah sebelumnya ia menangis sehebat ini. Apapun kesusahan yang menimpanya. Ia selalu tegar, tapi kini&#8230; Ia mahluk paling cengeng di muka bumi.
Hatinya hancur berkeping keping, sayapnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/06/06/manusia-no-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manusia No 1 (cerpen)'>Manusia No 1 (cerpen)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1143</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia No 1 (cerpen)</title>
		<link>http://alfach.com/2010/06/06/manusia-no-1/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/06/06/manusia-no-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 15:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[Agustus 2006
&#8221; Aku Pergi&#8230;terimakasih atas segalanya&#8221;
Meura menatap tulisan pendek di layar Handphonenya. Mata bening itu tak bercahaya. Binarnya seolah hilang teradiasi HP jadul miliknya.
Pesan singkat&#8230;bermakna amat dalam..Perpisahan..
Pesan pertama dan mungkin juga terakhir. Dikirim oleh seseorang yang tak pernah ia beri no HPnya, dan no yang tak pernah ia simpan diPhoneBook
Meura tahu pasti..sangat yakin..pesan siapa itu, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/06/06/manusia-no-2-cerpen/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manusia No 2 (cerpen)'>Manusia No 2 (cerpen)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1140</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mencintai itu keputusan</title>
		<link>http://alfach.com/2010/06/04/mencintai-itu-keputusan/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/06/04/mencintai-itu-keputusan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 15:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1118</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata,&#8221;Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini&#8221;. Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/07/10/cinta-terkembang-jadi-kata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Terkembang Jadi Kata'>Cinta Terkembang Jadi Kata</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/04/06/mengelola-ketidaksempurnaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengelola Ketidaksempurnaan'>Mengelola Ketidaksempurnaan</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/02/20/sayap-yang-tak-kan-pernah-patah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayap yang Tak Kan Pernah Patah'>Sayap yang Tak Kan Pernah Patah</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1118</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah yang Terpilih</title>
		<link>http://alfach.com/2010/04/15/hikmah-yang-terpilih/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/04/15/hikmah-yang-terpilih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 15:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1051</guid>
		<description><![CDATA[Begitu banyak kejadian menyimpan arti. Tapi kebanyakan kita tidak memahami. Jika dihitung, berapa banyak perubahan yang terjadi dihadapan kita. Perubahan yang awalnya merupa kehadiran, lalu mengisi dan mungkin perlahan kehadiran itu menjadi berbeda. 
Waktu tidak pernah berhenti berputar. Satu kejadian yang terjadi, ia tidak pernah terputus dalam satu titik. Tapi terkadang kita berhenti pada titik [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/02/20/sayap-yang-tak-kan-pernah-patah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayap yang Tak Kan Pernah Patah'>Sayap yang Tak Kan Pernah Patah</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2009/09/14/dia-tahu-airmatamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dia Tahu Airmatamu'>Dia Tahu Airmatamu</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2008/10/05/melepas-ramadhan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: (Melepas) Ramadhan'>(Melepas) Ramadhan</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1051</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Ketidaksempurnaan</title>
		<link>http://alfach.com/2010/04/06/mengelola-ketidaksempurnaan/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/04/06/mengelola-ketidaksempurnaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 10:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1043</guid>
		<description><![CDATA[Apa lagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia terbagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad saw? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan hati setelah ia direbut Utsman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/06/04/mencintai-itu-keputusan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: mencintai itu keputusan'>mencintai itu keputusan</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/02/20/sayap-yang-tak-kan-pernah-patah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayap yang Tak Kan Pernah Patah'>Sayap yang Tak Kan Pernah Patah</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2009/12/07/membersamai-perasaan-itu-karenanya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membersamai Perasaan itu KarenaNya'>Membersamai Perasaan itu KarenaNya</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1043</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unfinished Emotion (2 &#8211; finished)</title>
		<link>http://alfach.com/2010/03/31/unfinished-emotion-bagian-2/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/03/31/unfinished-emotion-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 17:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[memaafkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Ya,  ini lanjutan dari tulisan yang pertama mengenai Unfinished Emotion. Menyambung dari yang pertama, unfinished emotion terjadi karena manusia tidak segera atau tidak mau menyelesaikan permasalahan emosinya. Manusia tidak mau menerima masa lalu atau memaafkan orang yang pernah menyakitinya. Sehingga menghalangi manusia untuk merasakan bahagia semestinya.
Untuk menangani hal ini, dikatakan dalam buku tersebut, terdapat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/04/15/hikmah-yang-terpilih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hikmah yang Terpilih'>Hikmah yang Terpilih</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/03/29/unfinished-emotion/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Unfinished Emotion'>Unfinished Emotion</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/03/14/caranya-begitu-indah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: CaraNya Begitu Indah'>CaraNya Begitu Indah</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1026</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unfinished Emotion</title>
		<link>http://alfach.com/2010/03/29/unfinished-emotion/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/03/29/unfinished-emotion/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 06:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[shared of meaning]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Unfinished emotion merupakan sebentuk respons emosional terhadap apa yang kita persepsikan tidak adil yang terjadi di masa lampau. Bentuknya amat beragam, bisa berupa kebencian, kemarahan, sakit hati atau dendam.
Menurut Ernie Larsen, pada saat kita merasakan, menyimpan dan menahan emosi di masa lalu saat itulah terjadi suatu siklus unfinished emotion.
Dalam buku Dio Martin, Emotional Quality Management [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2010/03/31/unfinished-emotion-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Unfinished Emotion (2 &#8211; finished)'>Unfinished Emotion (2 &#8211; finished)</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2010/02/20/sayap-yang-tak-kan-pernah-patah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayap yang Tak Kan Pernah Patah'>Sayap yang Tak Kan Pernah Patah</a></li>
<li><a href='http://alfach.com/2008/06/03/ketika-ku-harus-pergi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Ku Harus Pergi'>Ketika Ku Harus Pergi</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1022</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rehat Sejenak</title>
		<link>http://alfach.com/2010/03/29/rehat-sejenak/</link>
		<comments>http://alfach.com/2010/03/29/rehat-sejenak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 23:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Achmad Fachrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan hati]]></category>
		<category><![CDATA[rehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfach.com/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya jarang menulis di blog. Lihat saja tanggal terakhir saya posting. Itu tanggal 17 Maret 2010. Ada beberapa hal yang membuat saya teralihkan. Salah satunya, saya sedang mengalami perpindahan pekerjaan. Dan yang kedua. Berkaitan dengan bidang saya juga, yaitu bahan &#8220;oprek&#8221; yang baru, yaitu android. (seperti bahan tulisan saya sebelum-belumnya).
Saya belum lama membeli [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://alfach.com/2009/02/26/mencari-kehilangan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mencari Kehilangan'>Mencari Kehilangan</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://js-kit.com/rss/alfach.com/p=1017</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
