{ Posted on Feb 26 2010 by Achmad Fachrie }
Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggang berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan ...
Read More »
{ Posted on Feb 26 2010 by Achmad Fachrie }
Selalu diam
Berbicara seperlunya
Bicaranya fasih, ringkas tapi padat
Hatinya selalu sedih
Berpikir terus menerus
Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa pernah mencaci
Tak pernah mencela makanan; bila suka dimakan, bila tidak, ditinggalkan
Tak pernah marah menyangkut urusan dunia
Marah atau mengekang amarah bukan karena nafsu
Bila kebenarang dilanggar, ...
Read More »
{ Posted on Feb 20 2010 by Achmad Fachrie }
Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tidak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ’majnun’, lalu ...
Read More »