Taman Bantimurung : Wisata Alam Air Terjun, Goa dan Kupu-kupu

Bantimurung-Bulusaraung atau lebih dikenal Bantimurung merupakan taman nasional yang berada di Sulawesi Selatan. Dikatakan taman nasional, karena memang dijaga oleh pemerintah karena memiliki kekhasan tersendiri. Jika sedang jalan-jalan atau berkunjung ke daerah Sulawesi Selatan atau Makassar tidak ada salahnya mengunjungi Taman Bantimurung yang lebih tepatnya berada di Kabupaten Maros.

Lokasi taman nasional bantimurung bulusaraung sulawesi selatan ini lebih dekat dari Bandara sultan hasanudin dibandingkan dari kota Makassar. Jika anda tidak memiliki banyak bawaan bisa langsung dari bandara supaya tidak repot-repot. Ada kendaraan umum yang menuju ke bantimurung dari bandara. Jarak dari bandara ke Bantimurung sekitar 20 Km, sementara dari Kota Makassar sekitar 50 Km (kurang lebih 1 jam dengan kendaraan mobil atau bermotor).

Untuk menuju ke bantimurung, terdapat kendaaran umum yang memiliki rute kesana dari kota Makassar walau harus 2x transit pindah kendaraan. Selain itu dari gerbang masuk ke tempat wisata, masih harus berjalan kaki sekitar 500-800 meter lagi. Jika anda dapat menawar ke supir untuk mengantarkan sampai dalam, itu akan membantu anda.  Saya sendiri bersama istri menyewa kendaraan dari kota makassar.

Kunjungan ke Bantimurung kali ini adalah yang kedua bagi saya. Apa saja yang ada di Bantimurung? Di bantimurung terdapat beberapa keunikan yang dimiliki seperti karst, goa-goa, air terjun dan tentunya kupu-kupu. Bantimurung disebut sebagai the kingdom of butterflies, karena memiliki sedikitnya 20 jenis kupu-kupu, dan beberapa diantaranya hanya ada di Sulawesi Selatan. Walau dikatakan sebagai the kingdom of butterflies, jangan membayangkan akan ada sangat banyak kupu-kupu disana yang mengelilingi anda, karena selama 2 kali berkunjung disana, hanya sesekali saya melihat kupu-kupu yang melintas, karena menurut info, perlu waktu dan cuaca yang tepat untuk melihat banyak kupu-kupu. Kebetulan ketika terakhir ke sana pada saat musim hujan.

Ketika lokasi sudah mendekati tempat wisata, anda akan disuguhkan pegunungan karst yang menarik selama perjalanan, karena memang lokasinya berdekatan dengan Karst Rammang-rammang (ini akan saya bahas ditulisan lain).

Ketika sudah sampai, anda akan disambut dengan pintu gerbang berbentuk monyet, walau didalamnya tidak ada monyet (aneh). Selain yang berbentuk monyet, juga ada yang berbentuk kupu-kupu (wajar… namanya juga kingdom of butterflies).

Namun sepertinya karena kurang maintain yang lebih baik, bentuk kupu-kupunya  sudah tidak kelihatan saat kunjungan terakhir kemarin, hanya tinggal berbentuk kerangka. Lihat perbedaan gambar dibawah, saat pertama kali dan yang kedua.

 

Masuk lebih ke dalam, maka terdapat aneka pedagang dan tentunya tempat belian karcis komidi putar eh.. karcis masuk wisata. Harga karcis turis lokal sebesar 25.000 sementara  turis mancanegara sebesar 255.000.

Seketika sudah masuk, didalamnya dipenuhi pohon menjulang dan rindang, dan terdengar suara air terjun. Terdapat disisi kiri, kolam- kolam yang katanya memiliki khasiat tertentu. Salah satunya kolam Jamala.

Dengan mengikuti jalan maka lokasi akan langsung mengarah ke air terjun. Kebetulan pada saat itu musim hujan, maka airnya sangat deras dan berwarna kecoklatan, saking derasnya maka tidak mungkin untuk ke bawah mendekat air terjun. Pada kunjungan pertama saya, air terjun bersih dan saya bisa turun ke dekat air terjun.

Di sisi air terjun ada anak tangga yang menuju ke goa. Goanya diberi nama goa batu . Jarak dari anak tangga ke goa sekitar 800 meter. Biasanya pada musim hujan jalan yang menuju ke goa itu ditutup, karena air yang meluap hingga menutupi jalan. Hanya saja kami cukup beruntung, karena airnya sedang surut. Selama perjalanan, disampingnya terdapat air danau yang menuju air terjun yang disebut juga danau kasi kebo (padahal ngga ada kebo a.k.a kerbau).

Ketika sudah sampai dekat pintu goa, maka yang keliatan hanyalah…. gelap (iyalah.. namanya goa). Disana sudah tersedia pedagang yang menyewakan lampu teplok atau lampu LED, beserta guide yang akan menjelaskan yang ada di dalam goa. Jika biasanya di tempat wisata lain, ada “pemaksaan” untuk minta disewa, maka disini anda bebas untuk tidak menyewa dan gelap-gelapan di dalam goa (ini rasanya tidak mungkin.. skip). Biayanya pun seikhlasnya. Di dalam goa, terdapat beragam stalagmit dan stalaktit yang terbentuk puluhan tahun atau ratusan tahun lalu, yang cukup indah (bagi yang mengerti). Dari penjelasan guide, didalam goa juga terdapat berbagai bentuk batu yang menyerupai seperti tempat pertapaan dan lain sebagainya. Sayangnya ada beberapa coretan-coretan dari tangan yang tidak bertanggung jawab.

Sebenarnya juga masih ada goa lain selain yang didekat air terjun, tapi karena kaki sudah pegal, akhirnya kami melambaikan tangan ke kamera… menyerah cukup sampai disitu… bersambung

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Uli Hartati berkata:

    wah bagusnya, ayo donk lanjutin jadi penasaran sama perjalanan selanjutnya

  1. 10-05-2018

    […] Lokasinya cukup dekat dari taman wisata bantimurung yang sudah kami kunjungi sebelumnya (baca : Taman Bantimurung : Wisata Alam Air Terjun, Goa dan Kupu-kupu). Kalau dari Taman Bantimurung akan memakan waktu setengah […]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *