Dari IT untuk Wanita

Ketika berbicara teknologi informasi, sebagian besar kita menganggapnya adalah hal yang teknis, yang lebih mengidentikkan pada kaum pria. Padahal, berbicara mengenai teknologi informasi tidak selalu berkaitan dengan perangkat keras, teknis atau hal-hal yang njelimet, melainkan dapat diartikan pula informasi yang mampu diberdayakan.  Teknologi informasi dan komunikasi merupakan bidang yang berkembang dengan pesat. Keberadaan internet yang merupakan bagian dari teknologi informasi dan komunikasi, merupakan fenomena tersendiri dalam dunia informasi. Keberadaan internet bukan sekedar berdampak kecil dalam keseharian melainkan telah mengubah pola aktifitas atau gaya hidup kita sehari-hari.

Jika awalnya kita mengira teknologi informasi hanya untuk kaum pria, maka kehadiran internet, adalah salah satu yang memecahkan batasan tersebut. Internet dengan segala turunannya, seperti blog, social networking (facebook, twitter, dan sebagainya) telah membuka pintu kesempatan siapa saja untuk memberi apa saja ke seluruh dunia tanpa batasan, atau dalam kata lain berkontribusi.

Jika kita mengingat salah satu perjuangan wanita jaman dahulu, Kartini, adalah beliau tidak tinggal diam atas keadaan yang dialami. Melainkan beliau bersikap pro-aktif, untuk berinisiatif berjuang, berkontribusi untuk bangsa. Hal ini pula yang dapat di manfaatkan  dengan keberadaan teknologi informasi.

Wanita, apapun profesinya (baik profesi yang didominasi kaum wanita) dengan keberadaan teknologi informasi masa kini. Dapat berperan lebih, melebihi peran ketika masa terdahulu tanpa teknologi informasi.  Beberapa contoh yang dapat kita lihat. Peran wanita yang berprofesi sebagai dokter. Ia bukan hanya mampu bermanfaat secara on-site pada pasien yang bertemu muka langsung, melainkan ia dapat juga memberikan konsultasi secara online, atau sharing pada forum tanya jawab online, atau berbagi ilmu, informasi dalam dunia kedokteran melalui blog pribadinya.

Hal yang lainnya pula, jika wanita berprofesi sebagai ahli masak atau koki. Keahliannya, dengan memanfaatkan teknologi informasi, mampu berbagi resep masakan yang bermanfaat bagi wanita lainnya yang sedang belajar.

Bahkan bagi wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai media menambah ilmu mendidik keluarga, untuk menjadikan keluarga yang berkualitas.

Beberapa hal yang mendorong wanita mampu memberdayakan teknologi informasi :

  1. Mampu mengakses informasi yang tepat / akurat dan cepat (faktor internal pribadi). Ketepatan dalam mengakses informasi menjadi kelebihan tersendiri bagi mereka yang mencari informasi. Internet sebagai penyedia media informasi terbesar memungkinkan kita untuk tersesat didalamnya. Jika kita tidak mampu mem-filter apa yang kita cari maka bukan tidak mungkin kita akan tersesat. Selain ketepatan, kecepatan mendapatkan informasi juga hal penting. Kita bisa mengatakan mereka yang memiliki informasi yang tepat dan cepat akan berada diatas kita, dibanding kita yang mendapatkan informasi yang tepat namun lambat.
  2. Mampu mengakses dari mana saja (faktor eksternal). Inilah juga salah satu  keunggulan fungsi pemanfaatan teknologi informasi dibandingkan dengan  mendapatkan informasi pada media konvensional. Teknologi informasi yang baik adalah ketika saat yang dibutuhkan kita mampu mengaksesnya kapan saja dan dimana saja (mobile). Karena hal ini menjadi nilai tambah tersendiri.
  3. Mengakses dengan biaya terjangkau (faktor eksternal). Inilah yang juga meningkatkan dan mendorong pemanfaatan teknologi. Teknologi informasi pada awal perkembangannya, identik dengan kalangan yang “wah”, karena biaya untuk mampu menggunakan dan melakukan akses informasi tidaklah kecil. Dari perangkat hingga biaya akses. Tetapi saat ini, tersedia beragam perangkat mobile berfitur teknologi informasi (mampu melakukan koneksi internet) dengan biaya yang ringan. Selain itu, tersedia beragam provider mobile (misal : XL) yang menawarkan beragam paket untuk mengakses content internet.

Tidak ada yang sia-sia dalam teknologi informasi. Wanita pun bukan berarti tidak mampu memanfaatkan teknologi informasi. Keberadaan teknologi informasi menjadi peran memberdayakan kaum wanita untuk dapat bermanfaat lebih!

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. 18-04-2011

    […] : Achmad Fachrie Sumber : http://alfach.com/2011/04/17/dari-it-untuk-wanita/ Tweet Posted under Artikel and tagged with artikel, blog Comments […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *