Featured Posts
Mobile Cloud Computing untuk Generasi Cerdas

Mobile Cloud Computing untuk Generasi Cerdas

Teknologi  informasi berkembang sangat cepat. Arahnya memungkinkan user untuk menggunakan teknologi semakin fleksibel dan cerdas sehingga mengubah aktifitas keseharian/kebiasaan user. Diantara trend teknologi tersebut adalah keberadaan mobile device (smartphone, tablet) dan juga cloud computing.  Bukan tidak mungkin trend teknologi ke depan merupakan gabungan keduanya. Cloud Computing Dalam penggunaan resources (hardware, platform, software) Cloud computing menawarkan sesuatu yang ...

Read More >>

 DHTMLX Touch – JavaScript Framework untuk Mobile dan Touch Devices

DHTMLX Touch – JavaScript Framework untuk Mobile dan Touch Devices

DHTMLX Touch adalah JavaScript library yang menggunakan HTML5,untuk membangun aplikasi berbasis mobile. Ini bukan hanya sekumpulan widget untuk interface, melainkan sebuah framework yang lengkap, memungkinkan kita membuat web aplikasi yang cross-platform untuk mobile atau berbasis touch device. Framework ini dikatakan kompatibel dengan banyak device dan aplikasi yang dihasilkan berjalan dengan baik pada iPad, iPhone dan Android Library yang digunakan ...

Read More >>

Websecurify : Web Security Testing Environment

Websecurify : Web Security Testing Environment

Bagi yang terlibat di bidang IT security selalu membutuhkan tool untuk menganalisa dari objek IT yang dicari. Untuk web salah satunya dapat menggunakan websecurify. Websecurify merupakan tool web dan web2.0 untuk melakukan testing dan analisa terhadap suatu web. Dengan menggunakan websecurify kita dapat mengetahui vulnerabilities pada web. Vulnerability scanner dan analisa yang dilakukan mampu mendeteksi beragam ...

Read More >>

Hadits Arbain For Android

Hadits Arbain For Android

Iseng-iseng coba membuat aplikasi berbasis android. Sebelumnya melakukan search, bahwa sudah ada aplikasi al quran di android, bahkan lebih dari satu. Tapi ternyata belum ada aplikasi hadits untuk android. Akhirnya belajar secara otodidak mencoba buat aplikasi hadits di android. Memilih dengan data dari hadits arbain, berisi empatpuluh hadits. Aplikasi ini tergolong simple. Mengingat belum tahu bagaimana ...

Read More >>


Ketulusan yang Tidak Terbaca

{ Posted on May 04 2009 by Achmad Fachrie }
Categories : coretan hati

Ketulusan seolah sudah menjadi barang langka yang sulit ditemukan di hidup ini. Betapa mahalnya sebuah ketulusan untuk bisa diberikan dan didapatkan. Karena ketika mencoba melakukannya seringkali dipatahkan oleh dugaan yang keliru dari ketulusan tersebut. Rasa sakit pun terkadang terberi dalam Ketulusan, yang ikut menepikan nurani. Lalu haruskah mempertahankannya ketika terus dipatahkan?

Ketulusan layaknya membisu. Karena ketulusan tidak bersuara, ia bekerja dalam diam tapi memberi dengan sepenuh hati. Ia bekerja tanpa pamrih, melupakan dan tanpa mengerti arti meminta. Hanya memberi tanpa berharap diberi. Ia halus dalam kasat mata, tak tertangkap indera. Karena ketika menampakkan ketulusan itu, maka akan mengurangi arti ketulusan itu sendiri. Maka ia mengendap-endap dalam sunyi, melangkah dan memberi dalam gelap yang tidak engkau sadari.

Terkadang bagimu ketulusan terlihat lugu. Walau terkadang ketulusan adalah sesuatu yang lugu. Tapi ia keluguan yang cerdas. Mencerdaskan hati, mencerdaskan jiwa dan juga mencerdaskan bagi siapa yang tersentuh akan ketulusan itu. Ia lugu, karena ketulusan adalah sesuatu yang jujur, murni, tak menutupi, luruh apa adanya. Ia adalah sesuatu yang begitu halus dan lembut sehingga tidak terasakan ketika ia sedang bekerja. Hingga akhirnya….

Seperti Rasulullah saw yang menyuapi makanan kepada pengemis buta yang walau senantiasa menghardiknya. Memberi makan dengan tulus, menghaluskan setiap makanan yang hendak disuapinya. Dan ketika Rasulullah saw meninggal, seketika itu pula digantikan oleh Abu Bakr. Pengemis buta itu pun berteriak menolak, “Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku. Orang yang biasa menyuapiku selalu menghaluskan makanannya hingga terasa dengan mudah dimulutku”. Abu Bakr pun menangis menjelaskan kepada pengemis buta tersebut. “Orang yang biasa menyuapimu ialah Rasulullah saw, dan kini ia telah tiada”. Menangis tersedulah pengemis tersebut, dan akhirnya ia pun bersaksi, “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad Rasulullah”.

Walau tidak mudah, ketulusan yang sejati akan terus bekerja walau terus dipatahkan oleh dugaan-dugaan yang bisa melunturkan kesejatiannya. Karena itu justru semakin menguatkan akar ketulusan tersebut, justru semakin menghujam dalam keharuan yang tidak terkira untuk dipertahankan. Semakin dalam ketulusan tersebut, maka semakin dalam pula bagi siapapun tak menyadari ketulusan sedang bekerja dan telah menghantarkan dan menumbuhkan mu menjadi lebih baik hingga engkau menyadari telah kehilangannya.

Disini ku masih menyadari bahwa ketulusan itu masih ada… ia adalah ketulusan yang tidak terbaca…. ketulusan yang bersandar kepadaNya.

Wallahu a’lam bish-shawab

Flash Banner Now - instant web ads

[ Back to Top ]