Mencari Kehilangan

Ada yang pernah kehilangan sesuatu? Satu hal yang pasti, kehilangan adalah hal yang tidak mengenakan. Bahkan terkadang menjadi hal yang menyakitkan. Bagaimana tidak, sesuatu yang sebelumnya biasa bersama kita, tapi ternyata sudah tidak bersama kita. Serasa meninggalkan ruang kosong yang biasanya terisi.

Mengapa kita bisa kehilangan sesuatu serasa dalam? Terkadang saat kita tidak menghargai sesuatu, ketika kita teledor akan apa yang kita miliki, maka pada saat itulah sesuatu menghilang, pada saat itulah terasa bahwa kita pernah memiliki sesuatu. Karena ada yang mengatakan kita tidak akan pernah merasa kehilangan, jika kita tidak pernah merasa memilikinya. Dan ketika kita sudah menyadari akan kehilangan itu, baru terlihat seberapa besar arti akan sesuatu yang kita acuhkan tersebut.

Sesuatu itu dalam arti banyak, bisa waktu, kesehatan, materi, teman, sahabat atau pun keluarga. Terbiasa memberi, terbiasa membantu, terbisa menghibur lalu terlihat biasa. Ya, mereka mungkin saat ini terlihat biasa-biasa saja. Tapi justru dalam keterbiasaan itu mereka sudah menjadi sebentuk isi yang mengisi dalam ruang-ruang diri kita, sebentuk isi yang merupakan bagian dari diri dan hidup kita. Karena keterbiasaan itu, kita pun memandangnya semuanya adalah hal yang biasa layaknya angin lalu.

Tapi ketika Allah mencabut keterbiasaan itu. Ruang yang biasa terisi menjadi terasa kosong melompong. Lalu kita pun baru mulai mencari, mencari kehilangan. Mengapa kita baru mencari sesuatu dengan sungguh justru saat kehilangan? Mengapa kita tak pernah menjaga sungguh akan sesuatu justru saat bersamanya? Salah satu jawabannya mungkin karena kita tidak pernah menyadari dan menghargainya.

Terkadang Allah mengambil sesuatu dari kita, bahkan terkadang membuat kehilangan itu menancap dengan dalam, agar kita menghargai apa yang telah Allah berikan, agar kita menjaga pemberian Allah sesuai dengan ridhaNya, agar kelak kita jauh lebih baik menghargai kembali ketika kelak diberikan hal yang sama.

Lalu, apakah kita harus menunggu kehilangan, baru mencarinya? Anda sudah tahu jawabannya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *