Pemalang in Journey

Alhamdulillah, selama 17 hari (11 Juni – 28 Juni 2008) sudah melakukan perjalanan. Perjalanan yang utamanya melakukan pekerjaan. Pekerjaan berupa training IT. Ya selama 17 hari tersebut berkesempatan untuk sharing knowledge dan skill kepada saudara-saudara di daerah Pemalang yang menjadi tuan rumah.

Karena dalam training tersebut bukan hanya di ikuti oleh dari daerah Pemalang, tapi juga dari Brebes dan Banjarnegara. Sebenarnya intinya, training itu hanya 11 hari, sisanya terdapat hari libur, yaitu sabtu dan minggu. Jadi kalau di hitung-hitung 17-11 maka ada senggangnya sekitar 6 hari, hampir seminggu.

Inilah pengalaman pertama kali ke kota Pemalang Jawa Tengah. Sebuah kota kecil, yang katanya letaknya melingkar. Tidak seramai kota Tegal dan Purwokerto. Karena Untuk masuk ke kota Pemalang, harus lebih masuk lagi dari jalur utama. Yang katanya ketika musim mudik, Pemalang ini tidaklah di khawatirkan di banding kota lainnya. Karena letaknya yang lebih ke dalam. Jadi tidak terlalu macet.

Ya begitulah percakapan dilakukan dengan seorang tukang becak, sambil berada di atas becaknya. Ya di Pemalang transportasi utamanya sebagian besar adalah becak. Bahkan kalau bisa di bilang, transportasi becak ini 24 jam. Karena sampai malam, di jalan-jalan masih terdapat becak, bahkan ada yang tidur di becak yang bisa di bilang manusia becak.

Selain itu, kendaraan yang paling banyak digunakan adalah sepeda. Hampir berseliweran sepeda dimana-mana, sepeda ontel. Bukan sepeda sport. Ada di suatu toko di depannya terdapat banyak becak, sehingga saya mengira itu di sewakan. Setelah di tanya, ternyata itu sepeda milik karyawannya. Jadi malu 🙂

Training berada di tepat di daerah kantor Kabupaten Pemalang. Menginap di salah satu hotel di jalan Sindoro, yang dekat ke kabupaten dan juga Pasar Pemalang. Cukup jalan kaki. Di sana terdapat alun-alun melingkar. Yang kalau malam, terutama malam minggu selalu ramai dipenuhi oleh warga pemalang. Terdapat  beraneka macam jualan, bahkan hiburan, dari tua sampai yang muda. Lalu di dekat alun-alun ada Masjig Agung Pemalang, lalu di dekat situ juga ada Pendopo. Katanya inilah ciri khas di Jawa, selalu ada tiga hal tersebut yang saling berdekatan. Alun-alun, Masjid dan Pendopo. Itu hasil percakapan dengan salah satu peserta training dari Banjarnegara.

Selama di Pemalang, saya juga menyempatkan ke tempat wisata. Kalau untuk Pemalang sendiri belum terlalu ramai. Ada pantai Widuri, cukup ramai di kunjungi tapi tidak terlalu terawat. Selain itu ada Gunung Gajah, Moga, dan telaga selanting. Yang saya sempat kunjungi adalah pantai widuri.

Selain itu saya sempat ke Baturaden. Tempat wisata yang cukup terkenal saya rasa. Letaknya di Purwokerto. Perjalanan dari Pemalang sekitar 4 jam. Melewati Purbalingga. Cukup lama. Tapi setelah sampai disana cukup terbayar. Karena terdapat beraneka tempat wisatanya. Ketika sampai disana, memang wilayah untuk wisata karena ada tersedia beraneka hotel yang menyediakan beraneka paket hiburan, dan ada tempat khusus untuk oleh-oleh.

Di baturaden terdapat beraneka lokasi wisata di sana ada curug sebelum masuk ke lokasi wisata Baturaden. Di dalam lokasi wisata baturaden terdapat pilihan tempat yang dikunjungi, yang menarik perhatian adalah pancuran air hangat (kapur) ada pancuran 3 dan pancuran 7, bahkan ada goa. Sayang ketika sampai disana hari sudah sore, jadi goa sudah di tutup, tapi sempat merasakan hangatnya dan melihat batu-batu kapur bentukan alami dan juga ada yang di bentuk secara sendiri.

Selama 17 hari juga sekalian wisata kuliner… mak nyuss  🙂  . Bertekad selama 17 hari ingin mencoba makanan di lokasi yang berbeda-beda. Baik dengan menu yang biasa, dan juga menu ala Pemalang. Ada tahu campur, sate loso, ada juga nasi grombyang. Wuah pokoknya biar tahu rasa juga. Tapi sayang belum sempat yang nasi grombyang.

Alhamdulillah, selama 17 hari mendapat pengalaman yang cukup menambah khasanah pribadi. Jadi banyak belajar, dan tahu karakter, ciri khas selain yang selama ini ditemui. Tanggapan dari para peserta pun beragam. Yang pasti mereka enjoy, dan insya Allah masih menyambung silaturahmi via YM 🙂 . Terima kasih untuk daerah Pemalang, Banjarnegara dan Brebes.

Bagi yang ingin melihat dokumentasi ada di sini : http://picasaweb.google.com/alfachrie/Pemalang

Eits, ini baru session 1 untuk training. Masih ada lokasi berikutnya di session 2. Di mana? Di tunggu saja.

Mungkin Anda juga menyukai

6 Respon

  1. anto batok berkata:

    gila banget prestasi lu bro salut..
    asli dm45…
    sapa ya
    foto nya yg jelas dong
    w alumni darul ma’rif angkatan 99, w tinngl dpondok cabe lo kenal agoy ga..w batok
    asli w terpana bgt liat profile lu

  2. Fachri berkata:

    Makasih. Ya dari smp smpe smu. Ngga ga kenal agoy. Yg pasti w adek kelas. Pokoknya dari tahun 1995 smpe 2001 di dm45 (smp-smu). Lulusan dm45 ga kalah ternyata kan… 🙂

  3. pemalangbangkit.blogspot.com berkata:

    Pemalang berduka..
    semoga di beri kesabaran untuk keluarga korban kecelakaan KAI
    LAM KENAL AJ..

  4. pemalangbangkit.blogspot.com berkata:

    Mf..
    salah memberi Coment..
    he he he he
    jadi malu nih..
    soalnya ku lg ikut miris ama kecelakaan KAI di Pemalang nih

  1. 21-07-2008

    […] sebelumnya session I training di Pemalang (baca : Pemalang in Journey), maka selanjutnya saya berada di Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Bila sebelumnya saya […]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *