Ketika Ku Harus Pergi

Apakah waktu bisa berhenti? Ya ketika sudah tiba saatnya dunia ini berhenti berputar, maka itulah saat waktu sudah tidak menjadi waktu lagi dan terbuka pemahaman atas semua yang telah terjadi. Karena ruang dan waktu merupakan bagian dari ciptaanNya.

Ingin rasanya memahami atas waktu yang berjalan. Karena sesungguhnya jika kita mengerti maka seharusnya setiap detik yang berlalu adalah perwujudan sikap terbaik yang diberikan. Mempersembahkan sepenuh hati, segenap jiwa untuk menjaga semuanya untuk tetap disini.

Langkah ini sudah semakin jauh untuk dilewati. Terasa semakin jauh karena ku telah berada di ruas-ruas yang memisahkan antara waktu saat ini menuju waktu yang membawa ku ke dalam relung waktu dan ruang yang berbeda. Terlihat bayangan yang semakin menciptakan jarak yang sulit ku raih.

Tak pernah terpikirkan bahwa waktu saat ini akan datang. Waktu yang akan memisahkan jejak senyum yang pernah tercipta. Waktu yang mengubah wujud dari nyata menjadi memori dalam samar yang melayang dalam angan.

Begitu indah ketika semuanya pertama kali menyapa dan menyatu lalu mencipta menjadi dalam kesejukan warna langit yang membiru dan teduhnya hijau yang membumi. Mengajarkan untuk mengangkat tinggi ketika terjatuh, dan menenangkan hati ketika harapan menjauh.

Tapi waktu semakin dewasa mendorong untuk mengerti. Mencoba memahami bahwa, semuanya tak pernah tetap selalu sama menemani, bahwa semuanya tak harus selalu sama mengiringi. Segala emosi, segala benci pernah hadir mewarnai menjadi hujan yang ternyata menghadirkan pelangi.

Pelangi yang tak pernah ada niat untuk menyakiti, pelangi yang hanya ingin menemani tanpa terbesit sekecil pun ingin meninggalkan pergi, pelangi yang memayungi indahnya hikmah dibalik semua yang terjadi.

Dan kini, tak pernah mengira bahwa waktu ini akan datang. Waktu yang membawa ku pergi meninggalkan memori dalam sudut relung hati. Waktu yang juga tak pernah ku kira bahwa kelak ku akan merindu ini

Dan kini, ketika ku harus pergi. Dalam kuasaNya, ku hanya ingin bersandar kepadaNya. Mengharap keridhaan dalam setiap langkah. Mengharap kekuatan agar ku tegar dalam setiap langkah. Mengharap bahwa diriku mempunyai arti untuk yang ku tinggalkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *