Belajar dari Google

Ada yang belum tahu google? Saya yakin sudah tahu semua, apalagi buat yang sering dapat tugas. Ya biasanya kalau di kasih tugas, terutama tugas paper, yang ada di otak bukan mau menulis apa, tapi langsung ke google aja. Iya kan?

Ya, itu biasanya, dan mungkin kebanyakan bagi para pengguna umum, menggunakan google hanya sekedar sebagai search engine, sang pencari “tugas”. Padahal masih banyak fasilitas lain yang ada di google yang bisa dimanfaatkan, meningkatkan produktifitas, bahkan bisa mendatangkan uang. Tapi sebelum mengenal fasilitas apa saja yang ada di google, Anda dapat belajar beberapa hal dari usaha Google.

Google pada awalnya… Balik ke tahun 1996, dua orang lulusan yaitu Larry Page dan Sergey Brin memulai dengan usaha layanan pencarian berbasis web yang diberi nama BackRub. Tahun 1998, proyek yang mereka jalankan menarik banyak perhatian, salah satunya investor, lalu mengubah perusahaan menjadi Google. Dalam beberapa tahun berikutnya, google memperluas usahanya dengan cara yang cukup dramatik.

Search engine… apa pelajaran pertama yang Anda dapat dari google? Jawabannya adalah menjual informasi. Brin dan Larry pada awalnya hanya fokus pada core business mereka dan terus meningkatkannya. Mereka menghabiskan bertahun-tahun untuk membangun usaha mereka, pelan tapi fokus pada aktifitas dasar yaitu berupa mencari isi dari setiap halaman web. Setelah proses yang mereka lakukan mulai diterima, mereka lalu menjual iklan pada halaman dari hasil pencarian.

Pelajaran kedua… ketika Anda menggunakan google, apa yang Anda lihat dari tampilan google? Keep It Simple, sederhana. Hanya warna putih polos, text field dan logo seperlunya. Ya saat para pesaing, penuh dengan warna dan gambar, tapi google tidak. Google menghindari kompleksitas.

Pelajaran ketiga… focus on your core business. Walau saat ini layanan google sudah luas, tapi google tetap fokus dan tidak kehilangan untuk menghasilkan dan memberikan hasil pencarian yang akurat. Ya jadi google awalnya hanya fokus pada usaha mereka dan mengembangkan operasi dasar website mereka. Setelah itu baru memikirkan cabang usaha lain yang bisa mendapatkan pemasukkan.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. fika hannan berkata:

    nice info Fachri…

  2. achmad fachrie berkata:

    thank you fika 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *