Kenalan dengan Open Source Software

Open Source berarti… kode yang terbuka, tersedia untuk semua orang tidak ada rahasianya. Source disini dalam arti merupakan kode program yang membangun fungsi dari sebuah software. Source code biasanya ditulis oleh beberapa bahasa pemrograman yang populer, yaitu C atau Java.

Jadi Open Source Software itu berarti software beserta kode sumber yang terbuka. Source tersebut berarti free, free dalam arti kebebasan. Siapapun bisa menggunakannya untuk tujuan apapun, bebas untuk memodifikasi atau mendistribusikan ulang software tersebut. Tanpa minta ijin terlebih dahulu.

Kebalikannya Open Source Software adalah propietary software, yang berarti bersifat kepemilikan. Yang ketika kita ingin menggunakannya, kita harus minta ijin terlebih dahulu. Minta ijinnya dengan “membayar”. Biasanya propietary software ini bersifat commercial software, dan keuntungan didapatkan dengan mengenakan biaya kepada pengguna baik ketika memiliki dan menggunakannya. Selain sudah membayar, source codenya juga tertutup, hanya milik sang owner. Jadi si user tahu bagaimana software tersebut digunakan, tapi tidak tahu bagaimana software tersebut bekerja.

Seperti kebanyakan software lainnya, bahwa setiap software memiliki lisensi, maka kebanyakan lisensi open source software memiliki lisensi GPL (General Public License) bukan (Glodok Public License 🙂 ). GPL inilah yang menjaga open source software tetap menjadi open source.

Linux adalah sistem operasi yang open. Jantungnya linux adalah kernel, tapi banyak aplikasi tambahan lainnya yang membentuk linux sehingga dapat digunakan pada komputer Anda. Kebanyakan program lainnya di kembangkan dibawah proyek GNU (GNU Not Unix). Kernel linux plus program-program GNU itulah yang membentuk kekuatan open source.

Kebanyakan Open Source Software dikembangkan secara proyek dan dikembangkan secara volunter, biasanya tersebar di seluruh penjuru dunia, melakukan koordinasi melalui internet. Komunitas proyek Open Source melakukan komunikasi melalui website yang sudah tersedia. Website tersebut biasanya berisi dokumentasi, download, pengembang, database bug dan prosedur dan informasi lainnya.

Lalu mereka dapat udang eh uang darimana? Melalui dukungan yang memberikan terhadap software tersebut. Mereka tidak menjual software, tapi kebanyakan customize yang sesuai dengan permintaa, technical support, konsultasi, atau melakukan modifikasi dengan tujuan tertentu. Tapi tetap open.

Satu-satunya “batasan” yang diberikan dari open source ini adalah bahwa open source software ini tidak boleh di konversikan menjadi propietary. Jadi ekstremnya, sampai kiamat pun open source akan tetap open source.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *